Kamis, 24 November 2011

mimpi masa depan


Mimpi masa depan
Semalam aku mendapatkan mimpi yang sangat indah
Jauh dari angan-anganku
Ada seorang wanita dengan gaun pengantin putih dengan model pakaian punggung terbuka
Gaun yang sangat sederhana..
Aku melihat diriku mengenakan gaun tersebut
Bahagianya jika mimpi itu  terwujud di dunia nya
Semoga mimpi itu kelak terlaksana dengan pendamping yang aku harapkan
I hOpe

Minggu, 02 Oktober 2011

PENANTIAN YANG USAI


PENANTIAN YANG USAI
Setahun lebih akhirnya ku temukan jawaban itu
Dengan hati yang lepas, ku terima kabar akhirnya dia mempunyai kekasih
Walau ia tak memberitahukan siapa wanita tersebut, ku cukup bahagia
Akhirnya pengharapanku akan dirinya berakhir sudah
Sekarang ku bisa dengan leluasa  memberikan hatiku kepada sang pemilik Rusuk ini
Dengan seutuhnya tanpa memikirkan bahwa aku masih memiliki harapan dengannya..
Happy with your partner in real life MR.Good NighT

Selasa, 02 Agustus 2011

Jodoh


Suatu kata yang mengerikan untuk didengar bagi para jomblo
Karena bagi mereka yang sedang berpacaran, mereka seperti menganggap bahwa kekasih mereka adalah “jodoh” yang sudah Tuhan berikan
Mereka tidak lagi malu berperilaku bak sepasang suami istri yang harmonis
Mereka dengan terbuka memasang status di Facebook dengan status Menikah padahal pada kenyataannya mereka baru berpacaran
Arti kata jodoh saat ini sangat ambigu
Saya sendiri mengartikan jodoh yaitu bila kita menjalankan suatu hubungan atas dasar cinta dan bisa melalui berbagai cobaan bersama-sama dan hanya maut yang memisahkan dan apabila salah satu dari kita dipanggil Tuhan, kita tetap setia memahami Agungnya ikatan pernikahan tanpa melakukan pernikahan lagi
Setia dengan SATU CINTA
Itu lah jodoh yang sebenarnya..
Bagaimana dengan anda??

Selasa, 26 Juli 2011

keburukkan tidak selalu buruk


Semua orang bilang mengenalku
Mereka bisa mendeskripsikan ku
Tapi saat aku bermasalah  mereka tidak mengoreksiku
Mereka menghakimi ku kemudian meninggalkanku
Aku manusia
Pasti berbuat salah
Pasti memiliki sifat yang buruk
Dan kelakuan yang kurang baik
Apakah dosa jika kita mengingatkan sesuatu yang buruk kepada pelakunya??
Mereka mengumpulkan keburukan ku
Kemudian meninggalkan ku bagaikan gundukan sampah
Padahal kalau kalian perhatikan
Dari gundakan sampah, banya manfaat yang kita peroleh
Begitu pula dengan keburukan ku yang mereka kumpulkan
Membuatku sadar sebenarnya mereka perhatian
Namun tanpa mereka sadari
Terimakasih kawan karena telah mengumpulkan keburukkan ku..

Senin, 25 Juli 2011

Mr.Good Night


Mr.Good Night
Misterius, tidak mudah dipahami…
Itu yang membuatku jatuh hati dengannya..
Tak peduli jika aku hanya bisa berhubungan dengannya lewat dunia maya..
Padahal aku dan dia satu jurusan hanya berbeda angkatan..
Dia satu tahun diatasku..
Seharusnya aku bisa bertemu dengannya..
Aku sudah berusaha untuk bisa bertemu dengannya,tapi entah mengapa itu sulit terlaksana..
Hingga suatu saat kami sempat miss komunikasi..
Aku mulai curiga, dia mempunyai wanita lain..
Dan itu benar..
Tapi aku masih mencoba untuk bertahan..
Namun, akhirnya pertahanan ku runtuh..
Ku sadar dia hanya mempermainkanku..
Dan saat ini aku sudah bisa menata kembali hatiku untuk kuberikan kepada THE RIGHT MAN
Dan Aku mencoba untuk setia dan akan terus setia..
Tak akan ku berkhianat dalam sucinya cinta walaupun aku pernah dikhianati..
Ketulusan hati hanya bisa dilihat oleh orang yang memiliki ketulusan cinta

Senin, 18 April 2011

pemetaan use case


Pemetaan Use Case

Kasus 1
  1. Pendekatan
1. Case name           : Pendekatan
2. Pre condition                :
3. Actor who initiate        : Therapist
4. steps                           : -menyapa
                                        - info biodata
5. post condition              : menggali informasi tentang subjek
6. actor who get benefit   : therapist
B. Menggali informasi tentang subjek
1. Case name                     : menggali informasi tentang subjek
2. Pre condition                : pendekatan
3. Actor who initiate        : therapist
4. steps                           :- Tanya identitas
 -Tanya latar belakang
 -Riwayat hidup
5. post condition              : memilih terapi yang tepat
6. actor who get benefit   : therapist
C. Memilih terapi yang tepat 
1. Case name                     : memilih terapi yang tepat
2. Pre condition                : menggali informasi tentang subjek
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : memilih terapi desensitisasi sistematis
5. post condition              : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
6. actor who get benefit   ; klien, therapist
D. Pelaksanaan terapi dan pengontrolan
1. Case name                     : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
2. Pre condition                : memilih terapi yang tepat
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : subjek diberikan terapi
5. post condition              : evalusi
6. actor who get benefit   : klien
E. Evaluasi
1. Case name                     : evaluasi
2. Pre condition                : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
3. Actor who initiate        : therapist
4. steps                           : melihat keberhasilan terapi
5. post condition              :
6. actor who get benefit   : klien, therapist

Kasus 2
  1. Pendekatan
1. Case name           : Pendekatan
2. Pre condition                :
3. Actor who initiate        : Therapist
4. steps                           : -menyapa
                                        - info biodata
5. post condition              : menggali informasi tentang subjek
6. actor who get benefit   : therapist
B. Menggali informasi tentang subjek
1. Case name                     : menggali informasi tentang subjek
2. Pre condition                : pendekatan
3. Actor who initiate        : therapist, orang tua
4. steps                           :- Tanya identitas
 -Tanya latar belakang
 -Riwayat hidup
5. post condition              : memilih terapi yang tepat
6. actor who get benefit   : therapist
C. Memilih terapi yang tepat 
1. Case name                     : memilih terapi yang tepat
2. Pre condition                : menggali informasi tentang subjek
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : memilih terapi Cognitive-behavioral therapy (CBT),
5. post condition              : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
6. actor who get benefit   ; klien, therapist
D. Pelaksanaan terapi dan pengontrolan
1. Case name                     : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
2. Pre condition                : memilih terapi yang tepat
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : subjek diberikan terapi
5. post condition              : evalusi
6. actor who get benefit   : klien
E. Evaluasi
1. Case name                     : evaluasi
2. Pre condition                : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
3. Actor who initiate        : therapist
4. steps                           : melihat keberhasilan terapi
5. post condition              :
6. actor who get benefit   : klien, therapist


Kasus 3
  1. Pendekatan
1. Case name           : Pendekatan
2. Pre condition                :
3. Actor who initiate        : Therapist
4. steps                           : -menyapa
                                        - info biodata
5. post condition              : menggali informasi tentang subjek
6. actor who get benefit   : therapist
B. Menggali informasi tentang subjek
1. Case name                     : menggali informasi tentang subjek
2. Pre condition                : pendekatan
3. Actor who initiate        : therapist, orang tua
4. steps                           :- Tanya identitas
 -Tanya latar belakang
 -Riwayat hidup
5. post condition              : memilih terapi yang tepat
6. actor who get benefit   : therapist
C. Memilih terapi yang tepat 
1. Case name                     : memilih terapi yang tepat
2. Pre condition                : menggali informasi tentang subjek
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : memilih terapi Exposure Therapy
5. post condition              : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
6. actor who get benefit   ; klien, therapist
D. Pelaksanaan terapi dan pengontrolan
1. Case name                     : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
2. Pre condition                : memilih terapi yang tepat
3. Actor who initiate        : klien, therapist
4. steps                           : subjek diberikan terapi
5. post condition              : evalusi
6. actor who get benefit   : klien
E. Evaluasi
1. Case name                     : evaluasi
2. Pre condition                : pelaksanaan terapi dan pengontrolan
3. Actor who initiate        : therapist
4. steps                           : melihat keberhasilan terapi
5. post condition              :
6. actor who get benefit   : klien, therapist